• Memberikan pelayanan yang cepat dan informasi yang akurat
    Memberikan pelayanan yang cepat dan informasi yang akurat
  • Tahapan Persidangan
    Tahapan Persidangan
  • Kota Pangkalpinang
    Kota Pangkalpinang

    Pangkalpinang, Pintu Gerbang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
    Pangkalpinang, Gateway Province of Bangka Belitung Islands  

  • Toleransi Beragama
    Toleransi Beragama

    Bersatu Dalam Keragaman Tradisi, Budaya dan Agama
    United In Diversity of Tradition, Culture and Religion

  • Nganggung
    Nganggung

    Kebersamaan Dalam Tradisi Nganggung
    Unity in Nganggung Tradition

  • Rumah Panggung
    Rumah Panggung

    Galeri Rumah Tradisional Masyarakat Bangka
    Traditional House of Peoples Bangka

  • Tarian Budaya
    Tarian Budaya

    Tari Tradisional di Kota Pangkalpinang
    Traditional Dance in Pangkalpinang

  • Pangkalpinang Malam
    Pangkalpinang Malam

    Suasana Malam Kota Pangkalpinang, Tenang dan Menyenangkan
    Atmosphere Night in Pangkalpinang City, Quiet and Fun

  • Sejarah Timah
    Sejarah Timah

    Museum Timah,sejarah perekonomian Kota Pangkalpinang
    Tin Museum, economic history of Pangkalpinang city

 
Indonesian Arabic Chinese (Traditional) Dutch English French German Greek Japanese Portuguese Russian Spanish Turkish Ukrainian

Banding

Print
Category: Info
Published on 10 May 2016
Written by Administrator Hits: 439

Langkah-langkah yang harus dilakukan Pemohon banding:

1.

Permohonan banding harus disampaikan secara tertulis atau lisan kepada pengadilan agama/mahkamah syar’iah dalam tenggang waktu :

 

a. 14 (empat belas) hari, terhitung mulai hari berikutnya dari hari pengucapan putusan, pengumuman/pemberitahuan putusan kepada yang berkepentingan;

 

b. 30 (tiga puluh) hari bagi Pemohon yang tidak bertempat di kediaman di wilayah hukum pengadilan agama/mahkamah syar’iah yang memutus perkara tingkat pertama. (Pasal 7 UU No. 20 Tahun 1947).

 

 

 

2.

Membayar biaya perkara banding (Pasal 7 UU No. 20 Tahun 1947, Pasal 89 UU No. 7 Tahun 1989).

 

 

 

3.

Panitera memberitahukan adanya permohonan banding (Pasal 7 UU No. 20 Tahun 1947)

 

 

 

4.

Pemohon banding dapat mengajukan memori banding dan Termohon banding dapat mengajukan kontra memori banding (Pasal 11 ayat (3) UU No. 20 Tahun 1947)

 

 

 

5.

Selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari setelah permohonan diberitahukan kepada pihak lawan, panitera memberi kesempatan kepada kedua belah pihak untuk melihat surat-surat berkas perkara di kantor pengadilan agama/mahkamah syar’iah (Pasal 11 ayat (1) UU No. 20 Tahun 1947).

 

 

 

6.

Berkas perkara banding dikirim ke pengadilan tinggi agama/mahkamah syar’iah provinsi oleh pengadilan agama/mahkamah syar’iah selambat-lambatnya dalam waktu 1 (satu) bulan sejak diterima perkara banding.

 

 

 

7.

Salinan putusan banding dikirim oleh pengadilan tinggi agama/mahkamah syar’iah provinsi ke pengadilan agama/mahkamah syar’iah yang memeriksa perkara pada tingkat pertama untuk disampaikan kepada para pihak.

 

 

 

8.

Pengadilan agama/mahkamah syar’iah menyampaikan salinan putusan kepada para pihak.

 

 

 

9.

Setelah putusan memperoleh kekuatan hukum tetap maka panitera :

 

a. Untuk perkara cerai talak :

 

 1) Memberitahukan tentang Penetapan Hari Sidang penyaksian ikrar talak dengan memanggil Pemohon dan Termohon.

 

 2) Memberikan Akta Cerai sebagai surat bukti cerai selambat-lambatnya dalam waktu 7 (tujuh) hari.

 

b. Untuk perkara cerai gugat :

 

 1) Memberikan Akta Cerai sebagai surat bukti cerai selambat-lambatnya dalam waktu 7 (tujuh) hari