• Memberikan pelayanan yang cepat dan informasi yang akurat
    Memberikan pelayanan yang cepat dan informasi yang akurat
  • Tahapan Persidangan
    Tahapan Persidangan
  • Kota Pangkalpinang
    Kota Pangkalpinang

    Pangkalpinang, Pintu Gerbang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
    Pangkalpinang, Gateway Province of Bangka Belitung Islands  

  • Toleransi Beragama
    Toleransi Beragama

    Bersatu Dalam Keragaman Tradisi, Budaya dan Agama
    United In Diversity of Tradition, Culture and Religion

  • Nganggung
    Nganggung

    Kebersamaan Dalam Tradisi Nganggung
    Unity in Nganggung Tradition

  • Rumah Panggung
    Rumah Panggung

    Galeri Rumah Tradisional Masyarakat Bangka
    Traditional House of Peoples Bangka

  • Tarian Budaya
    Tarian Budaya

    Tari Tradisional di Kota Pangkalpinang
    Traditional Dance in Pangkalpinang

  • Pangkalpinang Malam
    Pangkalpinang Malam

    Suasana Malam Kota Pangkalpinang, Tenang dan Menyenangkan
    Atmosphere Night in Pangkalpinang City, Quiet and Fun

  • Sejarah Timah
    Sejarah Timah

    Museum Timah,sejarah perekonomian Kota Pangkalpinang
    Tin Museum, economic history of Pangkalpinang city

 
Indonesian Arabic Chinese (Traditional) Dutch English French German Greek Japanese Portuguese Russian Spanish Turkish Ukrainian

gambaran umum

Print
Category: Artikel
Published on 09 May 2016
Written by Administrator Hits: 1242

Gambaran Umum
Propinsi Kepulauan Bangka Belitung

1. Geografis dan Wilayah
 

Bangka Belitung adalah gugusan pulau di Selatan Kepulauan Riau, di sebelah timur daratan Propinsi Sumatera Selatan sampai selat Karimata pada koordinaat 1080581 BT dan di utara gugusan Kepulauan Seribu. Dalam gugusan itu pulau Bangka dan pulau Belitung. Dalam peta bumi letaknya pada 1040501 – 1090301 BT dan antara 00501 LS – 040101 LS dengan batas – batas wilayah sebagai berikut :

  -  Di sebelah Barat dengan Selat Malaka
  -  Di sebelah Timur dengan Selat Karimata
  -  Di sebelah Utara dengan Laut Natuna
  -  Di sebelah Selatan dengan Laut Jawa
 

Wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terbagi menjadi wilayah daratan dan wilayah laut dengan total luas wilayah mencapai 81.725, 14 km2. Luas daratan lebih kurang 16.424,14 km2 atau 20,10 persen dari total wilayah, luas laut kurang lebih 65.301 km2 atau 79,9 persen dari total wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Wilayah daratan terbagi menjadi menjadi 6 Kabupaten dan 1 Kota, yaitu Kabupaten Bangka dengan luas wilayah 2.950,68 km2, Kabupaten Bangka Barat dengan luas wilayah 2.820,61 km2, Kabupaten Bangka Tengah dengan luas wilayah 2.155,77 km2, Kabupten Bangka Selatan dengan luas wilayah 3.607,08 km2, Kota Pangkalpinang dengan luas wilayah 89,40 km2, Kabupaten Belitung dengan luas wilayah2.293,69 km2, Kabupaten Belitung Timur dengan luas wilayah 2.506,91 km2 dan Kepulauan Bangka Belitung merupakan gugusan dua pulau yaitu pulau Bangka dan pulau Belitung yang sekitarnya dikelilingi pulau-pulau kecil. Pulau-pulau kecil yang mengitari Pulau Bangka antara lain Nangka, Penyu, Burung, Lepar, Pongok, Gelasa, Panjang, Tujuh.

Sedangkan pulau Belitung dikelilingi oleh pulau-pulau kecil antara lain  Lima, Lengkuas, Selindung, Pelanduk, Seliu, Nadu, Mendanau, Batu, Dinding, Semedang dan pulau-pulau kecil lainnya.

   
2. Keadaan Alam
  a. Keadaan Cuaca 
   

Tahun 2005 kelembapan udara di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berkisar antara 78 % sampai dengan 87 % dengan rata-rata perbulan mencapai 82,00 % dengan curah hujan antara 72,2 mm sampai dengan 410,2 mm, tekanan udara selama tahun 2005 sekitar 1.010,1 MBS (Tabel 1.2). Rata-rata udara selama tahun 2005 di Provinsi ini mencapai 27,00C dengan rata-rata suhu suhu udara maksimum 31,50C dengan rata-rata suhu udara minimum 24,00C. Suhu udara maksimum tertinggi terjadi pada bulan Mei dan September dengan suhu udara 27,60C, sedangkan untuk suhu udara minimum terjadi pada bulan Juli dengan suhu udara sebesar 25,70C.

  b. Keadaan Iklim 
   

Kepulauan Bangka Belitung memiliki iklim Tropis yang dipengaruhi angin musim yang mengalami bulan bash selama tujuh bulan sepanjang tahun dan bulan kering selam lima bulan terus menerus. Tahun 2005 bulan kering terjadi pada bulan Mei sampai September dengan hari hujan 11-15 hari per bulan. Untuk bulan basah hari hujan 15-27 hari  per bulan, terjadi pada bulan Oktober sampai dengan bulan Juli dan bulan bulan Maret dan bulan Desember.

  c. Tipologi 
   

Keadaan alam Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagian besar merupakan daratan rendah, lembab dan sebagian kecil pegunungan dan   perbukitan. Ketinggian dataran rendah rata-rata sekitar 50 meter di atas permukaan laut dan ketinggian daerah pegunungan antara lain untuk gunung Maras mencapai 699 meter, gunung Tajam Kaki ketinggiannya kurang lebih 500 meter di atas permukaan laut. Sedangkan untuk daerah perbukitan seperti bukit Menumbing ketinggiannya mencapai kurang lebih 445 meter dan bukit Mangkol dengan ketinggian sekitar 395 meter di atas   permukaan laut.

  d. Keadaan Tanah
   

Keadaan tanah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung secara umum mempunyai PH atau reaksi tanah yang asam rata-rata di bawah 5, akan tetapi memiliki kandungan aluminium yang tinggi. Di dalamnya mengandung banyak mineral biji timah dan bahan galian berupa pasir, pasir kuarsa, batu granit, kaolin, tanah liat dll.

Keadaan tanah terdiri dari :

    - Podsolik dan Litosol :
     

Warnanya coklat kekuning-kuningan berasal dari batu plutonik masam yang terdapat di daerah perbukitan dan pegunungan, kuarsa, batu granit, kaolin, tanah liat, dll.

    - Asosiasi Podsolik :
     

Warnanya coklat kekuning-kuningan dengan bahan induk komplek batu pasir kwarsit dan batuan plutonik masam.

    - Asosiasi Alivial, Hedromotif dan Clay Humas serta regosol :
     

Berwarna kelabu muda, berasal dari endapan pasir dan tanah liat.

  e. Hidrologi
   

Daerah Kepulauan Bangka Belitung dihubungkan oleh perairan laut dan pulau-pulau kecil. Secara keseluruhan daratan dan perairan Bangka Belitung merupakan satu kesatuan dari bagian daratan Sunda, sehingga perairannya merupakan bagian Dangkalan Sunda ( Sunda Shelf ) dengan kedalam laut tidak lebih dari 30 meter.

Sebagian daerah perairan, Kepulauan Bangka Belitung mempunyai dua jenis perairan yaitu perairan terbuka dan perairan air semi tertutup. Perairan terbuka yang terdapat di sekitar pulau Bangka, terletak di sebelah utara, timur dan selatan pulau Bangka. Sedangkan perairan semi tertutup terdapat di selat Bangka dan teluk Kelabat di Bangka Utara. Sementara itu perairan di pulau Bangka umumnya bersifat perairan terbuka.

Disamping sebagai daerah perairan laut, daerah Kepulauan Bangka Belitung juga mempunyai banyak sungai sepert sungai Baturusa, sungai Buluh, sungai Kotawairngin, sungai Kampa, sungai Layang, sungai Manise dan Sungai Kurau.

  f. Flora
   

Di Kepulauan Bangka Belitung tumbuh bermaca-macam jenis kayu berkualitas yang diperdagangkan ke luat daerah seperti : Kayu Meranti, Tamin, Mambalong, Mendaru, Bulin dan Kerengas. Tanaman hutan lainnya adalah : Kapuk, Jelutung, Pulai, Felam, Meranti, Rawa, Mentagor, Mahang, Bakau dan lainnya. Hasil hutan lainnya merupakan hasil hutan terutama madu dan rotan. Madu Kepulauan Bangka Belitung terkenal dengan madu pahit.

  g. Fauna
   

Fauna di Kepulauan Bangka Belitung lebih memiliki kesamaan dengan fauna di Kepulauan Riau dan Semenanjung Malaysia daripada dengan daerah Sumatera. Beberapa jenis hewan yang dapat ditemui di Kepulauan Bangka Belitung antara lain : Rusa, Beruk, Monyet, Lutung, Babi, Tringgiling, Kancil, Musang, Elang, Ayam Hutan, Pelanduk, berjenis-jenis ular dan biawak.

     
3. Penduduk
 

Jumlah penduduk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tahun 2006 sebesar 1.043.456 jiwa (hasi Susenas 2005) menunjukkan peningkatan 1,16 persen dari tahun 2000, dengan jumlah penduduk 899.095 jiwa (hasil Sensus Penduduk 2000). Jumlah penduduk laki-laki pada tahun 2006 sebanyak 534.667 jiwa dan penduduk perempuan sebanyak 508.789 jiwa. Rasio jenis kelamin tahun yang sama sebesar 105 artinya pada tahun 2006 untuk setiap 100 penduduk perempuan di Kepulauan Bangka Belitung terdapat 105 penduduk laki-laki. Besarnya angka beban tanggungan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2006 sebesar 49,64 artinya setiap 100 penduduk usia produktif menanggung 50 penduduk usia tidak produktif.

Laju pertumbuhan penduduk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 1980 – 1990 sebesar 2,29 persen per tahun dan turun menjadi 0,93 pesen per tahun 1990 – 2000. Adapun laju pertumbuhan penduduk ditinjau menurut Kabupaten / Kota untuk priode tahun 1990 – 2000 , laju pertumbuhan tertinggi terdapat di Kabupaten Bangka 1,06 persen, diikuti Kota Pangkalpinang 1,03 persen dan Kabupaten Belitung 0,59 persen.

Jumlah rumah tangga di Kepulauan Bangka Belitung tahun 2006 sebanyak 247.265 rumah tangga dan Kabupaten yang memiliki jumlah rumah tangga terbesar adalah Kabupaten Bangka sebesar 55.131 rumah tangga, dan yang memiliki jumlah rumah tangga terendah adalah Kabupaten Belitung Timur sebesar 24.160 rumah tangga. Adapun tingkat kepadatan penduduk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencapai 64 orang per Km2. Apabila dilihat menurut Kabupaten/Kota, Pangkalpinang memiliki tingkat kepadatan tertinggi yaitu sebesar 1.635 orang per Km2 dan Kabupaten Belitung Timur memiliki tingkat kepadatan terendah yaitu 35 orang per Km2.

Dari jumlah penduduk tersebut terdiri dari berbagai macam etnis, suku dan agama. Dari segi etnis dan suku penduduk Kepulauan Bangka Belitung terdiri dari penduduk  asli, Melayu, Cina, Jawa dan Bugis.

   
4. Pemerintahan
 

Wilayah ini terutama pulau Bangka, ganti berganti merupakan  daerah taklukan dari kerajaan Seriwijaya, Majapahit dan Mataram. Malah setelah Kapitulasi Tuintang, Bangka Belitung menjadi jajahan Inggris yang diresmikan sebagai “Duke of Island”  pada tanggal 20 Mei 1812. Penguasaan Inggris berakhir setelah Konvensi London tanggal 13 Agustus 1814 dan dilaksanakan serah terima wilayah ini antara M.H. Court (Inggris) kepada K.Heynes (Belanda) di Mentok pada tanggal 10 Desember 1816. Inggris lalu bertukar daerah kekuasaan dengan memperoleh Bengkulu dan Raffles membangun Singapura. Penguasaan oleh Belanda yang mulai menguras kekayaan wilayah mendapat perlawanan dari Depati Barin dan putranya Depati Amir, yang dikenal sebagai Perang Amir (1849 – 1851), dan kemudian Depati Amir diasingkan ke desa Airmata (Kupang, NTT).

Atas dasar Stbl. No.565 tanggal 2 Desember 1933, terhitung mulai tanggal 1933, dibentuk Residentie Bangka en Onderhoregheden

Dipimpin seorang Residen Bangka Belitung dengan 6 Onderafdeling. Belitung yang luasnya sama dengan pulau Bali menjadi satu Onderafdeling dipimpin Asisten Residen. Di Bangka dengan luas 2 kali pulau Bali ada 5 Onderafdeling yang kemudian menjadi 5 kewedanaan. Di zaman Jepang, keresidenan Bangka Belitung diperintah oleh Pemerintah Militer yang disebut Biliton Gunseibu.

Setelah Proklamasi, oleh Belanda dibentuk Dewan Bangka sementara pada tanggal 10 Desember 1946 (Stbl. 1946 No.38), yang kemudian resmi menjadi Dewan Bangka yang dilantik pada 11 Nopember 1947 dengan Ketua Masarif Datuk Bendaharo Lelo. Dewan Bangka inilah lembaga pemerintahan otonomi tertinggi.

Pada tanggal 23 Januari 1948 (Stbl. 1948 No. 123), Dewan Bangka, Dewan Belitung dan Dewan Riau bergabung dalam federasi Bangka Belitung Riau (BABERI) yang kemudian menjadi satu Negara bagian dalam RIS. Kemudian dengan keputusan Presiden RIS No. 141 Tahun 1950, Negara bagian ini kembali bersatu dalam NKRI hingga berlaku UU No. 22 Tahun 1948.

Pada tanggal 22 April 1950 diserahkan pemerintahan atas wilayah Bangka Belitung kepada Gubernur Sumatera Selatan Dr. Mohd. Isa, disaksikan Perdana Menteri Dr. Halim. Dewan Bangka dibubarkan, ditunjuk R. Soemardjo oleh Pemerintah NKRI sebagai Residen Bangka Belitung, berkedudukan di Pangkalpinang.

Masih dibawah UUDS dan UU No. 22  Tahun 1948, dikeluarkan UU Darurat No.4 tanggal 16 Nopember 1956 yang membentuk Kabupaten-Kabupaten di Sumatera Selatan termasuk Kabupaten Bangka dan Kabupaten Belitung, dan UU Darurat No.6 tanggal 16 Nopember 1956 yang membentuk Daerah Otonom Kota Kecil Pangkalpinang. UU Darurat No.4, 5 dan 6 tadi, dengan UU No.28 Tahun 1959 sehari sebelum Dekrit 5 Juli 1959 menjadi UU dan berlaku UU No.1 Tahun 1957, sehingga Pangkalpinang disebut Kotapraja yang menjadi ibukota Kabupaten Bangka, dan diresmikan Presiden Soeharto pada tanggal 13 Mei 1971 di Sungailiat.

Sejak Tahun 1956 Daerah Kresidenan Bangka Belitung telah mulai berjuang untuk menjadi Provinsi, seperti halnya juga Lampung, Bengkulu dan Jambi. Pada tahun 1970 perjuangan generasi II dilanjutkan dan kembali gagal, walaupun DPRD Sumatera Selatan telah menyetujuinya dan telah sampai pembahasan tingkat IV di DPR Pusat waktu itu.

Pada tahun 1999 perjuangan generasi III dilancarkan dari jalur usul inisiatif (DPR RI) maupun jalur eksekutif dan berhasil sehingga tidak diperlukan lagi perjuangan generasi IV.

Karena banyaknnya harapan dan permintaan masyarakat Kepulauan Bangka Belitung agar daerah tersebut menjadi sebuah provinsi, maka untuk mengakomodir harapan tersebut, akhirnya keluarlah Undang-undang No. 27 Tahun 2000 Tentang Pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai dasar hukum berdirinya provinsi tersebut. Berdasarkan Undang-undang ini, akhirnya pada tanggal 21 Februari 2001 Pemerintah Pusat melalui Menteri Dalam Negeri yang saat itu dijabat oleh Suryadi Soedirja meresmikan berdirinya Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan ibu kotanya Pangkalpinang, yang ditandai dengan dilantiknya Amur Muhasyim sebagai Pejabat Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Setelah menjadi provinsi, sebagai wujud mengakomodir harapan masyarakat dan sebagai sarana untuk mempercepat pembangunan di beberapa wilayah kabupaten, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami pemekaran wilayah sehingga menjadi beberapa kabupaten. Hal tersebut didasarkan pada Undang-undang Nomor 5 Tahun 2003 tanggal 23 Februari 2003 tentang pembentukan Kabupaten Bangka Selatan, Kabupaten Bangka Tengah, Kabupaten Bangka Barat dan Kabupaten Belitung Timur di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Dengan adanya pemekaran wilayah tersebut , maka wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang semula terdiri dari 1 (satu) wilayah yaitu Kota Pangkalpinang dan 2 (dua) wilayah Kabupaten yaitu Bangka dan Belitung bertambah 4 (empat) kabupaten yaitu sebagai berikut :

  a. Kota Pangkalpinang dengan ibukota Pangkalpinang       f.  Kabupaten Bangka Selatan dengan ibukota Toboali
  b. Kabupaten Bangka dengan ibukota Sungailiat                g. Kabupaten Bangka Tengah dengan ibukota Koba
  c. Kabupaten Bangka Barat dengan ibukota Muntok
  d. Kabupaten Belitung Timur dengan ibukota Manggar
  e. Kabupaten Belitung dengan ibukota Tanjung Pandan
       
5. Ketenagakerjaan
 

Jumlah  penduduk Kepulauan Bangka Belitung usia 15 tahun ke atas atau yang termasuk Panduduk Usia Kerja (PUK) pada tahun 2005 sebanyak 746.651 jiwa atau 71,56 persen dari total penduduk. Sebesar 65,03 persen dari PUK termasuk dalam penduduk angkatan kerja (bekerja dan/atau mencari kerja) dan sisanya 34,97 persen adalah penduduk bukan angkatan kerja (sekolah, mengurus rumah tangga, lainnya). Artinya dari 100 penduduk yang termasuk angkatan kerja, secara rata-rata 8-9 orang diantaranya pencari kerja.

Penduduk usia kerja yang bekerja apabila dilihat dari sektor lapangan pekerjaan tampak bahwa sebesar 31,58 persen penduduk usia kerja yang bekerja yang terserap di sektor pertanian 28,89 persen, terserap sektor pertambangan dan sector perdagangan menyerap 15,31 persen.

   
6. Agama 
 

Penduduk Kepulauan Bangka Belitung merupakan masyarakat yang beragama dan menjunjung tinggi kerukunan beragama. Ditinjau dari agama yang dianut terlihat bahwa penduduk Provinsi ini memeluk agama Islam dengan persentase sebesar 87,73 persen, untuk  penduduk yang menganut agama Budha sebesar 7,51 persen, agama Kristen Protestan 2,13 persen, agama Katolik sebesar 2,48 persen dan lainnya atau 0,15 persen menganut agama Hindu. Tempat peribadatan agama di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ada sebanyak 718 masjid, 438 mushola, 102 langgar, 80 gereja protestan, 31 gereja katholik, 46 vihara dan 11 centinya.